Pertumbuhan Bibit Sambung Pucuk Dini Kakao (Theobroma cacao L.) Klon Sul-1 Dan Sul-2 Yang Diberi Pupuk Organik Cair Berbeda Konsentrasi

Penulis

  • Putu Sribawanti Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako
  • Iskandar M. Lapanjang Staf Dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Untad Tadulako
  • Usman Made Staf Dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Untad Tadulako

Kata Kunci:

Kakao, pupuk organik cair, sambung pucuk dini

Abstrak

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi pupuk organik cair yang lebih baik pada pertumbuhan setiap klon kakao, membandingkan pertumbuhan bibit sambung pucuk dini klon kakao Sul 1 dan klon Sul 2 dan mendapatkan konsentrasi pupuk organik cair yang lebih baik terhadap pertumbuhan bibit sambung pucuk dini kakao.Penelitian ini dilaksanakan pada Desember 2015 sampai Februari 2016. Di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok 2 faktor. Faktor pertama adalah jenis  klon yang terdiri dari klon Sul 1 dan klon Sul 2. Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk organik cair yang terdiri dari konsentrasi pupuk organik cair 0,0%, konsentrasi pupuk organik cair 0,25%, konsentrasi pupuk organik cair 0,50%, dan konsentrasi pupuk organik cair 0,75%. Data di analisis menggunakan uji nilai tengah dilakukan menggunakan BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa  konsentrasi pupuk organik cair 0,75% lebih baik  padaklon Sul 1 hal tersebut ditunjukan oleh tunas yang lebih banyak dan panjang, daun yang lebih banyak dan luas serta klorofil total yang lebih banyak. Adapun konsentrasi pupuk organik cair yang terbaik untuk klon Sul 2 adalah 0,50% hal tersebut ditunjukan oleh tunas yang lebih banyak dan panjang, daun yang lebih banyak dan luas serta klorofil total yang lebih banyak.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Diterbitkan

2016-06-30

Terbitan

Bagian

Articles