PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill) PADA BEBERAPA KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR

Article History

Submited : June 13, 2022
Published : June 2, 2022

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi POC NASA yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2021. Penelitian ini bertempat di Screen House Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Palu, Sulawesi Tengah. Penelitian Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor POC NASA (P) dengan 5 taraf konsentrasi yaitu tanpa POC, 3 ml.L-1, 6 ml.L-1, 9 ml.L-1 dan 12 ml.L-1. Masing-masing  perlakuan diulang sebanyak lima kali dan diujikan pada tiga tanaman sehingga terdapat 75 unit tanaman. Hasil penelitian menunjukkan Pemberian POC NASA 12 ml.L-1 diperoleh hasil lebih baik ditandai dengan tanaman lebih tinggi, daun lebih banyak, umur berbunga lebih cepat, polong lebih bnayak, biji lebih berat dan tamana lebih berat. Semakin tinggi konsentrasi cenderung memberikan hasil yang lebih baik.

Adisarwanto, T. 2014. Budidaya Kedelai Tropika. Cetakan 10. Edisi Revisi. Jakarta: Penebar Swadaya. 24 hal

Aryani, I., dan Muisbik. 2018. Pengaruh Takaran Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Caisim (Brassica juncea L) di polybag. Prospek Agroteknologi. 7(1): 60-68.

Ayunita, I Mansyoer, A. dan Sampoerno. 2014. Uji Beberapa Dosis Pupuk Vermikompos pada Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiatu L.). Faperta Universitas Riau. 1(2): 1-11.

Devangsari I. M., Azwar M., dan Benito H. P. 2016. Pengaruh Pupuk Majemuk NPK + Zn terhadap Pertumbuhan dan Produksi dan Serapan Zn Padi Sawah di Vertisol, Sragen. 6(2): 75-83.

Fadriansyah, A. 2013. ”Pengaruh Takaran Mulsa Jerami Padi Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merill)”. Agroteknologi. 5(1): 1-11.

Hanibal. 1995. Pengaruh pemberian abu janjang kelapa sawit dan pupuk P terhadap pertumbuhan serta hasil kedelai pada ultisol. PPS Unand. Padang. 156 hal

Hardjowigeno, M. 2007. Ilmu Tanah. Mediatama Sarana Perkasa, Jakarta. 220 hal

Jansen L., Aslim R., dan Elza Z. 2012. ”Pengaruh Beberapa Dosis Pupuk Fosfor (P) Terhadap Mutu Benih Berbagai Kultivar Kedelai (Glycine max (L.) Merill) Selama Pengisian dan Pemasakan Biji”. 12(4): 84-96.

Jayasumarta. D. 2012. Pengaruh Sistem Olah Tanah dan Pupuk P Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merrill). Agrium. 17(3): 148-154

Lakitan. B. 1996. Fisiologi Pertumbuhan Dan Perkembangan Tanaman. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta. 187 hal

Raintung, J. S. M. 2010. Pengolahan Tanah dan Hasil Kedelai Soil Environment. 65 hal

Sinuraya, M. A., A. Barus, Y. Hasanah 2015. Respon Pertumbuhan dan Produksi Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) Terhadap Konsentrasi dan Cara Pemberian Pupuk Organik Cair. Agroteknologi. 4(1): 1721-1725.

Suryati, Dhiya. Sampurno dan Anom, Edison. 2014.” Uji Beberapa Konsentrasi Pupuk Cair Azolla (Azolla pinnata) Pada Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Di Pembibitan Utama”. Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Riau. 2(1): 1-13.

Sutanto, R. 2002. Penerapan Pertanian Organik. Kanisius. Yogyakarta. 19 hal

Sampit A, 2012. Petaniku dan Nasa. Kandungan pupuk organik cair nasa. Yogyakarta. 22 hal
Muhlis Aco, M. F., Adrianton, A., & Nursalam, N. (2022). PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill) PADA BEBERAPA KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR. AGROTEKBIS : E-JURNAL ILMU PERTANIAN, 10(3), 117 - 123. Retrieved from http://jurnal.faperta.untad.ac.id/index.php/agrotekbis/article/view/1324
Fulltext