PENGARUH JENIS RIMPANG DAN KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.)

Penulis

  • Siti Aminah Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu
  • Idham Idham Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu

Kata Kunci:

Jenis Rimpang, Komposisi Media Tanam

Abstrak

Temulawak merupakan tanaman asli Indonesia dan termasuk salah satu jenis tanaman rimpang yang paling banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional. Komponen utama kandungan zat yang terdapat dalam rimpang temulawak adalah zat kuning yang disebut “kurkumin” dan juga protein, pati, serta zat-zat minyak atsiri. Tujuan dari penelitian ini Untuk mendapatkan komposisi media tanam yang baik pada setiap jenis rimpang bibit tanaman temulawak, Untuk mengetahui apakah terdapat interaksi antaran jenis rimpang dan komposisi media tanam bibit temulawak. Penelitian ini dilaksanakan di Screen House Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu. Waktu penelitian di mulai pada bulan April sampai bulan Juli 2019 Penelitian ini menggunakan rancangan acak petak terpisah yang terdiri dari 8 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali, sehingga terdapat 32 unit percobaan setiap unit percobaan terdiri dari dua polybag sehingga diperoleh 64 polybag. Adapun perlakuannya terdiri dari :M0 = Tanah, M1 = Tanah + Pasir, M2 = Tanah + Pasir + Pupuk kandang ayam, M3 = Tanah + Pasir+ Sekam padi bakar. Hasil Penelitian menunjukan bahwa  jenis rimpang berpengaruh nyata  terhadap munculya tunas, tinggi tanaman 10 MST dan 12 MST. Pada komposisi media tanam berpengaru nyata terhadap  jumlah daun. Interaksi terjadi pada tinggi tanaman berumur 4 MST, 6 MST, 8 MST dan panjang akar.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Diterbitkan

2022-10-14

Terbitan

Bagian

Articles