Ketersediaan Air Tanah dan Karbon Organik pada Lahan Semak Belukar dan Budidaya Bawang Merah di Wilayah Tropika Kering
Article History
Submited : August 21, 2025
Published : August 29, 2025
Konversi lahan semak belukar menjadi lahan budidaya intensif di daerah iklim kering tropika memengaruhi dinamika sifat fisik dan kimia tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan ketersediaan air tanah dan kandungan karbon organik pada dua jenis penggunaan lahan, yaitu semak belukar dan bawang merah. Sebanyak 21 sampel tanah dikumpulkan untuk dianalisis sifat fisik, seperti bobot isi, konduktivitas hidraulik jenuh, kadar air kapasitas lapang, dan kimia seperti kapasitas tukar kation (KTK) dan karbon organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan semak belukar memiliki nilai ketersediaan air dan kandungan C-organik yang lebih tinggi dibandingkan lahan budidaya. Hubungan bobot isi tanah dengan air tersedia dan konduktivitas hidraulik mengikuti pola kuadratik (R² = 0,72 dan R² = 0,62), sementara hubungan antara C-organik dan KTK menunjukkan korelasi sangat kuat (R² = 0,78). Sebaliknya, tekstur tanah tidak menunjukkan hubungan yang berarti terhadap perilaku air dan KTK. Penurunan kualitas tanah akibat konversi lahan dapat ditekan melalui peningkatan kandungan bahan organik dan praktik konservasi. Hasil penelitian ini penting digunakan sebagai dasar pengetahuan pengelolaan tanah berkelanjutan di wilayah tropika kering.
Basset, C., Abou Najm, M., Ghezzehei, T., Hao, X., & Daccache, A. (2023). How does soil structure affect water infiltration? A meta-data systematic review. Soil and Tillage Research, 226, 105577. https://doi.org/10.1016/J.STILL.2022.105577
Faery, D., Harefa, C., & Zebua, M. (2024). Peran Kapasitas Tukar Kation Dalam Mempertahankan Kesuburan Tanah Pada Berbagai Jenis Tekstur Tanah. Jurnal Ilmu Pertanian Dan Perikanan, 1(1), 165–170. https://doi.org/10.70134/PENARIK.V2I3.88
Haryati, S., Hasanah, U., & Pagiu, S. (2019). Analisis Sifat Fisik Tanah Pada Beberapa Penggunan Lahan Di Daerah Aliran Sungai Tawaeli. AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-Journal), 7(3), 355-363–355 – 363. http://jurnal.faperta.untad.ac.id/index.php/agrotekbis/article/view/438
Killa, Y. M., Ndapamuri, M. H., Ratu, E. U., & Teul, M. U. (2024). Kajian Sifat Fisik Tanah pada Lahan Kering Beriklim Kering di Kecamatan Wulla Waijelu Kabupaten Sumba Timur. Journal Galung Tropika, 13(1), 19–26. https://doi.org/10.31850/JGT.V13I1.1161
Minasny, B., & McBratney, A. B. (2018). Limited effect of organic matter on soil available water capacity. European Journal of Soil Science, 69(1), 39–47. https://doi.org/10.1111/EJSS.12475
Mohammadshirazi, F., Brown, V. K., Heitman, J. L., & McLaughlin, R. A. (2016). Effects of tillage and compost amendment on infltration in compacted soils. Journal of Soil and Water Conservation, 71(6), 443–449. https://doi.org/10.2489/JSWC.71.6.443;REQUESTEDJOURNAL:JOURNAL:USWC20
Naharuddin, N. (2018). Sistem Pertanian Konservasi Pola Agroforestri dan Hubungannya dengan Tingkat Erosi di Wilayah Sub-DAS Wuno, Das Palu, Sulawesi Tengah. 6(3), 183–192. https://doi.org/10.14710/jwl.6.3.183-192
Nciizah, A. D., & Wakindiki, I. I. C. (2014). Physical indicators of soil erosion, aggregate stability and erodibility. Http://Dx.Doi.Org/10.1080/03650340.2014.956660, 61(6), 827–842. https://doi.org/10.1080/03650340.2014.956660
Parfitt, R. L., Giltrap, D. J., & Whitton, J. S. (1995). Contribution of organic matter and clay minerals to the cation exchange capacity of soils. Communications in Soil Science and Plant Analysis, 26(9–10), 1343–1355. https://doi.org/10.1080/00103629509369376;REQUESTEDJOURNAL:JOURNAL:LCSS20;WGROUP:STRING:PUBLICATION
Qian, Z., Tang, L., Zhuang, S., Zou, Y., Fu, D., & Chen, X. (2020). Effects of biochar amendments on soil water retention characteristics of red soil at south China. Biochar, 2(4), 479–488. https://doi.org/10.1007/S42773-020-00068-W/METRICS
Rahim, A. (2012). Produktivitas, Kualitas Dan Potensi Pengembangan Agroindustri Bawang Merah Varieats Lembah Palu, Palu Sulawesi Tengah.
Rauf, R. A., Rauf, R. A., Darman, S., & Andriana, dan A. (2015). PENGEMBANGAN USAHATANI BAWANG MERAH VARIETAS LEMBAH PALU. AGRIEKONOMIKA, 4(2), 245–257. https://doi.org/10.21107/agriekonomika.v4i2.978
Roidelindho, K., Nurlia Putri, N., Refiandi, R., Nur Rismansyah, F., Agroekoteknologi, J., Pertanian, F., Sultan Ageng Tirtayasa, U., Studi Teknologi Pangan, P., Sultan Ageng Tirtayasa Jl Raya Palka Km, U., & Serang Provinsi Banten, K. (2025). Pengaruh Pemberian Pupuk Hayati terhadap Cekaman Kekeringan pada Tanaman Bawang Merah Kabupaten Serang. AGROLOGIA: Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman, 14(1), 45–55. https://doi.org/10.30598/AGROLOGIA.V14I1.18001
Siregar, M. (2020). Pengaruh Aplikasi Beberapa Media Tanam terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah dengan Teknologi Akuaponik. AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian, 23(1), 46–51. https://doi.org/10.30596/AGRIUM.V23I1.5659
Vaccari, F. P., Lugato, E., Gioli, B., D’Acqui, L., Genesio, L., Toscano, P., Matese, A., & Miglietta, F. (2012). Land use change and soil organic carbon dynamics in Mediterranean agro-ecosystems: The case study of Pianosa Island. Geoderma, 175–176, 29–36. https://doi.org/10.1016/J.GEODERMA.2012.01.021