PERSEPSI DAN TINDAKAN PETANI TERHADAP OPT UTAMA TANAMAN BAWANG MERAH DI DESA GUNTARANO

Authors

  • Resky magfirah Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu
  • Shahabudin Shahabudin Dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu
  • Irwan Lakani Dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu

DOI:

https://doi.org/10.22487/agrotekbis.v11i4.1787

Keywords:

Bawang merah, Liriomyza, Spodoptera exigua, Layu fusariumi

Abstract

Bawang merah merupakan komoditi prioritas dalam pengembangan sayuran dataran rendah di Indonesia. Pengembangan tanaman bawang merah varitas Lokal Palu terkendala salah satunya adalah serangan hama dan penyakit. Penelitian ini dilakukan di Desa Guntarano, penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juli 2019. Penelitian ini dilakukan dengan dua metode pengambilan data yaitu data primer dan data skunder. Data dianalisis berdasarkan frekuensi jawaban petani menggunakan office  Excel 2007 yang disajikan dalam bentuk grafik dan  tabulasi. Sebanyak 48,1% responden yang menjawab kerusakan yang disebabkan oleh lalat pengorok daun yaitu sebesar >40-60%. Hal ini menunjukkan bahwa kehilangan hasil di atas 50% umum terjadi pada kebanyakan pertanaman bawang goreng yang diserang oleh lalat pengorok daun. Sebanyak 48% responden menyatakan bahwa serangan ulat bawang dapat menurunkan hasil hingga lebih dari 50%, dan kehilangan hasil lebih dari 80% di laporkan oleh 18% responden.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Downloads

Published

2023-08-18

Issue

Section

Articles