SURVEI TINGKAT KEJADIAN PENYAKIT BUSUK BATANG DAN TINDAKAN PETANI PADA TANAMAN BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) DI KABUPATEN MOROWALI
DOI:
https://doi.org/10.22487/agrotekbis.v13i6.2834Keywords:
Penyakit busuk batang pada tanaman buah nagaAbstract
Penelitian ini bertujuan menghitung tingkat kejadian penyakit busuk batang pada tanaman buah naga, mengetahui tindakan petani dalam pengendalian penyakit busuk batang pada tanaman buah naga dan mengetahui hubungan antara tingkat kejadian penyakit busuk batang dan tindakan petani dalam pengendalian penyakit busuk batang di Kabupaten Morowali. Waktu penelitian dilaksanakan dari bulan April sampai bulan Juni 2019. Penelitian terdiri atas dua kegiatan , yaitu survey kejadian penyakit busuk batang dilapangan dan wawancara dengan petani buah naga. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistic korelasi rank sperman menggunakan software SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 16.0 untuk menghitung dan menghubungkan tingkat serangan penyakit busuk batang dan tindakan petani pada tanaman buah naga. Hasil survei menunjukan tingkat kejadian penyakit busuk batang tertinggi berada di lahan keempat sebesar 85.13 % dan terendah di lahan kedua sebesar 42.26 %. Tindakan petani dalam pengendalian penyakit busuk batang dengan pemangkasan,pembakaran tanaman terinfeksi, dan pergantian tanaman baru. Hubungan antara tindakan petani dan tingkat kejadian penyakit busuk batang sangat kuat yaitu pada variabel pengalaman bertani buah naga dan penggunaan pupuk terhadap tingkat kejadian penyakit busuk batang dengan koefesien korelasi -0,632 dan -0,500 sedangkan hubungan sangat lemah berada pada variabel tingkat pendidikan petani terhadap tingkat kejadian penyakit busuk batang dengan nilai koefesien korelasi sebesar -0.250.
