IDENTIFIKASI SIFAT FISIK TANAH PADA KEDALAMAN YANG BERBEDA DI WILAYAH LIKUIFAKSI DI DESA JONO OGE
Article History
Submited : August 14, 2025
Published : August 29, 2025
empa dapat mengakibatkan likuifaksi pada tanah yang berpasir dan jenuh air serta longsor, karena tanah kehilangan kekuatan terhadap gaya gesek tanah, akibatnya gempa dapat menyebabkan terjadinya longsor, kehilangan kekuatan daya dukung fondasi, dan penurunan fondasi yang berlebihan. Sifat fisik tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman karena akan menentukan penetrasi akar di dalam tanah, kemampuan tanah menahan air, drainase, aerasi tanah dan ketersediaan unsur hara tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sifat fisik tanah yang berbeda kedalamannya. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Jono Oge kabupaten sigi. Analisis sifat fisik tanah di lakukan di laboratorium Unit Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Penelitian ini di laksanakan di bulan Januari sampai Maret 2022. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan di lakukan survey dilapangan terlebih dahulu kemudian di analisisis di laboratorium. Penentuan titik sampel tanah di ambil secara acak dengan tempat yang seragam kemudian di tentukan titik koordinatnya. Sampel tanah di ambil menggunakan ring sampel untuk tanah utuh dan plastik gula untuk tanah tidak utuh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sifat fisik tanah pada Desa Jono Oge memiliki tekstur pasir paling tinggi di kedalaman 150‑160 cm di Titik 1 dengan presentase pasir sebesar 96,6 %,presentase konduktivitas hidrolik paling tinggi sebesar 12,90 cm/jam, kadar air kapasitas lapang paling tinggi sebesar 24,14%, presentase porositas total paling tinggi sebesar 38,54 %, dengan partikel density paling tinggi dengan presentase 20,63 g/cm3, dan presentase paling tinggi bulk density yaitu sebesar 1,71 g/cm3. di Titik 2 memiliki tekstur pasir paling tinggi di kedalaman 70-80cm yaitu sebesar 86,3%, untuk presentase konduktivitas hidrolik paling tinggi sebesar 11,82 cm/jam, kadar air kapasitas lapang paling tinggi yaitu sebesar 22,94%, porositas sebesar 35,29%, partikel density sebesar 2,55 g/cm3, dan bulk density sebesar 1,70 g/cm3.
Annisah, N. 2014 Karakteristik Fisik Habitat Leda (Eucaliptus Deglupta) Di Jalur Pendakian Gunung Nokilalaki Kawasan Taman Nasional Lore Lindu. Warta Rimba. 2 (2) : 42 - 48
Achmad, J. 2003. Pengaruh Cara Olah Tanah Minimum Dan Kedalaman Saluran Drainase Terhadap Perubahan Sifat Fisika Tanah Dan Hasil Jagung Manis Pada Entisol Darussalam. Tesis. Program Pasca Sarjana Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.
Darmawijaya, I . 1990. Klasifikasi Tanah: Dasar Teori bagi Peneliti Tanah dan Pelaksana Pertanian di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Eswaran, H. and C.Sys.1970. An evalution of the free iron in tropical anderitic soils. Pedologie 20 : 62 - 65
Hakim , N.M.Y. Nyakpa, A.M. Lubis S.G. Nugroho, M.R. Saul, M.A. Diha, G.B. Hong dan H.H. Bailey. 1986. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Universitas Sumatera Utara, Medan.
Hillel, D. 1980. Fundamental of soil Physic. Academik Press. New York. 476 pp.
Hanafiah K. A. 2005. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Jakarta (ID): Raja Grafindo Persada.
Hardjowigeno S. 2007. Ilmu tanah. Akademika Pressindo Jakarta.
Hardjowigigeno S. 2010. Ilmu Tanah. Madiyatama Sarana Perkasa. Jakarta.
Ishihara,K. (1985). Earthquake Geotechnical Engineering. Rotherdam: CRC Press/Balkema.
Iwasaki, Toshio, Arakawa, Tadashi dan Tokida, Ken-Ichi, 1982. Simplified Prodecures for Assesing Soil Liquifaction during Earthquake, Dalam : Soil Dybanic & Earthquake Engineering. A.S Cakmak/A.M Abdel-Ghafar dan C.A. Brebia (Editor), Proceding of the conference On Soil Dynamic and Earthquake Engineering, Southamton, 925-939 h.
Marfarizah, Syamaun, dan Nurhaliza S. 2011. Karakteristik Sifat Fisik Tanah Di Universitas Farm Station Bener Meria. Agrista. 15 (1) : 1 – 9.
Masriani E. dan B. Junihar 2021. Analisis Likuifaksi Akibat Gempa Pada Pembangunan Tower Transmisi 150 kv PLTU. Labuhan Angin Sibolga. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil. 10 (1) : 38 – 53.
Muntohar dan Agus Setyo. 2010. Tanah Longsor : Analisis, Prediksi, Mitigasi. Yogyakarta : Omah Buku
Pairunan, A.K., 1997. Dasar- Dasar Ilmu Tanah. Badan kerjasama perguruan tinggi negeri Indonesia timur. UNHAS. Ujung pandang
Riyanti. M.D. Ritonga, dan Z. Nasution., 1994.Erodibilitas dan prakiran tingkat erosi tanah ultisol kebun percobaan Tambuan. Prosiding kongres nasional VI HITI. Penatagunaan tanah sebagai perangkat ruang dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat. Jakarta. 12-15 Desember 1995.
Seed H.B. and Idriss, I.M., 1971. Simplifield Producedure For Evaluation Soil Liquifaction Potential. Journal of soil mechanics and foundation division, ASCE. Vol.97 (9) : 1249 - 1273.
Suryadono. 2006. Pengaruh Pemberian Lapisan Lempung terhadap Peningkatan Lengas Tanah Pada Lahan Marginal Berpasir. J. Teknologi Lingkungan. 7(2) : 198-205.
Thowhata, 2008, Geotechnical Earthquake Engineering, ISBN: 978-3-540-35782
Yulnafatmawita, Saidi, A., Gusnidar, Adrinal, dan sukoyo. 2010. Peranan bahan hijauan tanaman dalam peningkatan bahan organic dan stabilitas aggregate tanah Ultisol Limau Manisyang Di Tanami Jagung (Zea Mays L.). Jurnal Solum. Vol. VII (1) : 37-48 Edisi Januari 2010.
Yunus Y. 2004. Tanah dan Pengelohan. CV. Alfabeta. Bandung
Zuhalena dan Y. Farni. 2010. Distribusi Pori dan permeabilitas Tanah Ultisol Pada Beberapa umur Pertanaman. J.Hirolitan 1(1) : 43-47.