Pengaruh Sungkup Dan Mulsa Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium. Ascalonicum.L) Kultivar Napu

Article History

Submited : June 22, 2020
Published : February 28, 2017

Penelitian ini dilakukan di Desa Petimbe, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Yang dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan bulan September 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak-petak Terpisah (Split Plot Design). Petak utama adalah sungkup: (N0) = tidak disungkup dan (N1) = disungkup plastik sub petak adalah jenis mulsa : (M0) = tanpa mulsa, (M1) = mulsa jerami padi, (M2) = adapun anak petak mulsa plastik hitam dan (M3) = mulsa plastik perak). Variabel pengamatan yaitu tinggi tanaman (cm) umur 30 dan 40 HST dan jumlah daun (helai) umur 30 dan 40 HST.Umbi segar perumpun (umbi), berat umbi segar perumpun (g) dan berat umbi segar per 5 rumpun (g).Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berbagai jenis mulsa berpengaruh tidak nyata pada pertumbuhan tanaman bawang merah kultivar NapuĀ  yang meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun, perlakuan sungkup plastik pengaruhnya hanya nyata pada jumlah daun umur 40 HST. Namun tidak memberikan pengaruh nyata pada pengamatan tinggi tanaman demikian pula perlakuan sungkup dan mulsa berpengaruh nyata terhadap peningkatan hasil tanaman bawang merah yang meliputiĀ  jumlah daun 40 HST dan berpengaruh tidak nyata pada jumlah umbi segar perumpun, berat umbi segar perumpu, berat umbi segar per 5 rumpun, ber tujuan untuk mempelajari dan mengetahui pengaruh sungkup dan mulsa terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah kultifar napu.

Regal, M., Fathurrahman, F., & Basri, Z. (2017). Pengaruh Sungkup Dan Mulsa Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium. Ascalonicum.L) Kultivar Napu. AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-Journal), 5(1), 46 -52. Retrieved from http://jurnal.faperta.untad.ac.id/index.php/agrotekbis/article/view/103
Fulltext