UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN KELOR(Moringa oleifera) DALAM MENEKAN PERTUMBUHAN JAMUR Fusarium oxysporum SECARA IN-VITRO
Kata Kunci:
Tumbuhan Kelor, Bawang Merah, Fusarium OxysporumAbstrak
Bawang merah (Allium Ascolanicum) merupakan tanaman sayuran yang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Penurunan produksi bawang merah salah satunya di sebabkan oleh serangan penyakit layu fusarium yang di sebabkan jamur sehingga tanaman mati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak kelo dalam menekan pertumbuhan fusarium oxysprum. Metode penelitian ini menggunakan rancagan acak lengkap (RAL) satu faktor 6 perlakuan3 kali ulangan. Pengujian aktivitas jamur di lakukan dengan metode kosentrasi 0%, 1%, 2%, 3%,4% dan 5%. Prosedur pembuatan media menggunakan potato dexrosa agar (PDA). Pengujian ini terlebih dahulu mengukur ekstrak cair daun kelor sesuai perlakuan, selanjutnya dimasukan ke dalam erlemeyer yang telah di campurkan dengan nedia yang sudah dicairkan, lalu di vorteks untuk menghomogen ekstrak cair daun kelor. Kemudian dicampurkan lagi media PDA sebanyak 100 ml, dimasukan ke dalam laminar air flow, terakhir menyediakan cawan petri sebanyak 18 buah lalu diletakan bersama dengan alat yang digunakan. Dari hasil yang didapatkan bahwa pemberian ekstrak daun kelor pada media PDA dengan kosentrasi tertinggi 5%, merupakan kosentrasi terbaik dalam menekan pertumbuhan jamur fusarium oxysporum pada bawang merah secara in-vitro serta memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan koloni dan daya hambat fusarium oxysporum
