UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN KELOR (Morianga Oleifera) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR(Colletotrichum capsici) PENYEBAB PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA CABAI SECARA In-Vitro
Article History
Submited : August 15, 2022
Published : August 1, 2022
Antraknosa pada buah cabai yang disebabkan oleh Collectotrichum capsici dapat menyebabkan penurunan produksi dan kualitas buah cabai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi ekstrak daun kelor (Moringa Oleifera Lamck.) yang efektif sebagai daya hambat dalam menekan pertumbuhan jamur Collectotrichum capsici penyebab antraknosa pada tanaman cabai rawit secara in-vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yang terdiri atas 6 taraf konsentrasi, yaitu 0%, 0,1%; 0.2%: 0,3%; 0,4%; dan 0,5% dengan 3 kali ulangan sehingga terdapat 18 unit percobaan, degan pengujian in-vitro. Dianalisis menggunakan uji F pada taraf 5%, jika hasil uji menujukan bahwa perlakuan yang diberikan berpengaruh sangat nyata maka dilakukan uji lanjut dengan menggunakan uji beda nyata jujur (BNJ) taraf 5%. Hasil penelitian secara in-vitro menujukan bahwa pemberian ekstrak daun kelor 0,5% berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan diameter koloni dan persentase daya hambat jamur Colletotrichum Capsici.
Aliyah. (2006). Mengal teknik penjerniban air. Semarang: CV Aneka Ilmu.
Christian, M.; R.D Hariyadi; E. Syamsir, dan R. Luthfyanti.(2011). Processing Of Banana Bars with Inukin as Emergency Foof. Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor. http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handel/123456789/53039. 30 Juli 2012.
Gabriel, SP , dan Riyanto. 1989. Matarhizium anisopliae. Taksonomi, patogen dan aplikasinya. Proyek pembangunan perlindungan tanaman perkebunan. Depertemen pertanian, Jakarta
Harborne JB. 1987. Metode Fitokimia. Terbitan Kedua. Penerjemahan: Kosasih Padmawinata dan Iwang Soediro. Bandung: Penerbit ITB. Halaman 147.
Jawetz, et al 2008. Mikrobiologi Kedokteran Jawetz, Melnick & Adelberg, Ed 23. Translation of Jawetz, Melnick and Adelberg’s Medical Mcrobiology, 23th Ed. Alih Bahasa Oleh Hartanto, H., et al. Jakarta: Penerbit Buku Kedekteran EGC
Luthfiyah F.2012. Potensi gizi daun kelor (Moringa oleifera) nusa tenggara barat. Media Bina Ilmiah. 6.( 2) : 42-50
Martoredjo, T. 2010. Ilmu Penyakit Pasca Panen. Bumi aksara. Jakarta
Riskiyanti., Anang Wahid. M. Diah., Minarni Rama Juru. 2017. Uji aktivitas antioksidan ekstrak air dan ekstrak etanol daun kelor (Morianga Oleifera) LAM). Universitas Tadulako Palu, 2 (6) : 125-131 mey 2017.
Rusli, I., Mardinus dan Zulpadi. 1997. Penyakit Antraknosa Pada Buah Cabai di Sumatra Barat. Prosiding kongres nasional XVI dan Seminar Hasil. Perhimpunan Fitopatologi Indonesia, Palembang, 27-29 Desember 1997.
Sashidhara KV et. Al. 2008. Rare dipeptide and urea derivatives from roots of Moringa oleifera as potential anti-inflammatory and antinociceptive agents. Short communication. European Jurnal of Medicnal Chemistry xx (2008) le5
Semangun, 2000, Penyakit Tumbuhan yang Disebabkan Oleh Jamur, Universitas Brawijaya Press, Malang
Siswandono dan Soekardjo, B., 1995, Kimia Medisinal, 28-29, 157, Airlangga Universitas Press, Surabaya.
Soesanto L, 2006, Penyakit Pascapanen Sebuah Pengantar, Kanisius, Yokyakarta
Syukur, M., S. Sujiprihati, J. Koswara dan Widodo. 2007. Pewarisan Ketahanan Cabai (Capsicum annum L.) terhadap Antraknosa yang disebabkan oleh Collectotrichum acuuutatum. Bul.Agron. 35. 35 (2) : 112-117 (2007)
Widowati, I., Efiyati, S., Wahyuningtyass, S. 2014. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera) Terhadap Bakteri Pembusuk Ikan Segar (Pseudomonos aerugionos). PELITA, Universitas Negeri Yokyakarta,
2 ( 9 ) : 146-157 Agustus 2014
Yusuf, T. 2010. Antraknosa atau Patek pada Tanaman Cabai. http://tohariyusuff.wordpress.com/2010/01/11anthraknosa-atau-petek-pada-tanaman-cabai/. Diakses pada januari 2011.